ALLAH does not say the road is going to be easy, but ALLAH does say that ALLAH is going to be with us, forever.
Tuesday, 18 December 2012
Saturday, 12 May 2012
“What am I going to do?
“What am I going to do? Why is my life so messed up? Why can’t I find happiness? Why am I alone? Why do I feel stuck? Why do I have these problems?’…
These questions only have meaning if we direct them to Allah. No one else can answer them. Consider the words of the Prophet Ya’qub (alayhis-salam, peace be upon him) when his son Yusuf (as) was secretly thrown into a well by his brothers. They then reported to their father that Yusuf had been killed by a wolf.
And he turned away from them and said, “Oh, my sorrow over Yusuf,” and his eyes became white from grief, and he fell into silent melancholy.
They said, “By Allah , you will not cease remembering Yusuf until you become fatally ill or become of those who perish.”
He said, “I only complain of my suffering and my grief to Allah , and I know from Allah that which you do not know.
- Quran, Surat Yusuf, 12:84-86
“I only complain of my suffering and my grief to Allah…”
When you feel stuck, when you feel that no one understands your situation, when you’re in pain and you can’t even imagine a solution, only Allah has the answers. You can’t see a way forward, but He can. You don’t see your own worth, but He does. You can’t figure out the road to happiness, but He can show you.
I remember a night in Arizona when I was twenty six years old. I lay on a cot in a small, frigid cell. There was snow outside and I had only a thin blanket. As I often did, I put on all my clothing in layers – three pants, three shirts, an army jacket and a pair of boots – and still I kept waking up shivering and shaking. Yet, even more than the physical discomfort, my spirit was tired. I had made mistakes in my youth and had been locked up for almost five years. I had become hard mentally and physically, but my heart was full of sorrow. I lay there that night and I thought, “I have nothing in life. I have accomplished nothing. I have no university degree, no wife, no children, and not even my freedom.”
That was a bad time. But I had my faith, and I used to weep to Allah, asking Him to have mercy on me. I think I gave up on myself for a while, but I never gave up on Allah. It would not even have occurred to me to do so. I did cry to Him sometimes saying, “Why, Allah? Why? Why am I here, suffering like this?” But it wasn’t despair, only confusion. In my heart I knew that He heard me and that an answer would come.
Shortly after that I received a letter from the parole board granting me early release. I had previously been told very clearly that I was not eligible. It was entirely unexpected, and if you are familiar with the American penal system, miraculous. But for Allah, nothing is impossible or even difficult.
Within a few months I was free. I found a job a week after my release, and I excelled. I began writing, sitting at my desk every night after work and disciplining myself to work on poetry, stories and articles. Eventually I went back to school and began a new career, got married, bought a beautiful house, and one day had a child…
What can I say except Alhamdulillah! SubhanAllah! What can I do except weep in gratitude for these blessings that I did nothing to earn, but were given to me by my Lord who loves me and cares about me, and wants good for me. I am so deeply touched and moved by the way Allah has answered my prayers from the depths of darkness. If I did anything to merit His blessings, perhaps it was only that I directed my pleas to Him. I knew that no one else could help me.
This is a very emotional post for me to write. I want every Muslim to have this sense of Allah as their friend, as someone who cares for them deeply. I want to put that awareness into your heart like a gift.
When I was in that cell I used to pray the same dua’ over and over, begging Allah repeatedly. If I had made such pleas to a human being they would have stopped hearing me long ago. When we’re needy with people it pushes them away, but when we’re needy with Allah He comes closer to us! He never tires of answering our need and forgiving us.
I know of many similar stories of people who have hit rock bottom and have called upon Allah – or , not even knowing “Allah” by that name, have called to the Supreme Being, saying, “I know you hear me, tell me what I need to do, show me the way!” – and then, like a circle of sunlight piercing a cloud, something or someone comes into their lives to show them the way forward.
When we’re out of ideas, surrounded by problems, and feeling totally alone… we’re not alone. Allah is with us. If we pray sincerely and strive, He will put light in our hearts and help us from directions we did not expect.
Ask Allah sincerely, open yourself to Him, and accept what He gives you even when it goes against your own desires. The answers to your questions are there, with Allah, I promise you. All those terrible questions that you ask yourself in the silence of your mind, the answers are with Allah.
Monday, 7 May 2012
uhibbuki fillah?
"Kau tahu apa itu makna uhibbuki fillah?" tanya seorang sahabat kepada saya.
"Mencintaimu kerana Allah," Ringkas jawapan saya.
Kelihatan tidak senang duduk sahabat dengan jawapan saya. Riak muka tidak puas hati lagaknya.
"Memanglah, itu direct translate. Tak semua orang faham erti itu sebenarnya. Cuma mengungkap tetapi tidak sampai jauh ke dasar hati, kerana itu setiap perkara yang dilakukan pasti ada kurangnya, hingga kadang-kadang boleh menjadi cemburu dalam berukhwah. Manusia sebegini masih keliru sebenarnya," luah sahabat dengan air muka penuh kekesalan.
Terhenti seketika kerja yang saya sedang lakukan. Berfikir tentang kata-kata sahabat sebentar tadi.
"Cemburu dalam berukhwah? Saya setuju, bahkan ada yang masih tidak mampu mentafsir ertiuhibuki fillah itu sendiri. Keliru itu benar. Realitinya kerana fitrah berkasih yang terlampau. Rasa menyayangi yang terlampau hingga ada istilah 'dia milik aku' sahaja. Astaghfirullahal azzim, mohon dijauhkan perasaan sebegini," memandang sahabat dengan penuh pengertian.
Benar, ini kisah realiti. Sebenarnya ramai yang masih keliru dengan perasaan sendiri. Fitrah manusia memang mahu menyayangi dan disayangi, tetapi berpadalah dalam berkasih dan sayang hingga timbul perasaan ingin memiliki. Mengikut ilmu psikologi, inilah yang dinamakaninnate motive.
Maknanya jangan berkasih sayang lah?
Tidak.. bukan itu yang saya maksudkan. Berkasih sayang itu perlu, tetapi berpada dan kawallah diri. Berukhwah kerana Allah semata-mata. Jadi takkan timbul isu 'dia milik aku'.
Tidak Cemburu
Orang-orang yang beriman tidak akan rasa cemburu apabila sahabat menjalin ukhwah dengan sahabat lain. Isilah hati dan nurani dengan jalan Allah kerana ukhwah ini terjadi atas kehendak Allah. Jika ada timbul rasa cemburu, muhasabah kembali kerana sungguh itu adalah bisikan syaitan yang cuba menghasut dan menggugat ukhwah yang dibina.
Siapa kita untuk memiliki? Tiada apa-apa di dunia ini adalah milik kita. Sahabat? Bukan milik kita. Justeru kenapa mahu cemburu apabila orang lain mendampingi?
Firman Allah s.w.t : "Sesungguhnya mukmin itu bersaudara." (al-Hujuraat: 10)
Dari firman ini telah jelas bahawa semua muslim itu adalah bersaudara. Tiada yang tertinggal. Kita memerlukan antara satu sama lain. Seharusnya kita perlu belajar menyayangi setiap sahabat yang berada di sekeliling kita.
Dalam Islam sudah diajar tentang ithar (melebihkan orang lain) yakni tahap ukhwah yang paling tinggi manakala berlapang dada adalah tahap ukhwah yang paling rendah.
Tapi dalam apa jua keadaan, kita harus sedar tentang makna basitah (kesederhanaan). Bila sudah sayang terlebih, segala benda jadi lain. Justeru itulah kita perlu bersederhana. Kalau mahu sayangi semua, bukan memilih-milih pula.
Nasihat ini jelas untuk saya dan semua yang mempunyai sahabat. Mungkin ini sudah terjadi atau bakal terjadi. Makanya saya mahu mengingatkan dahulu sebelum terkena pada diri sendiri atau yang lain juga.
Uhibbuki fillah, best friend, teman sejati atau apa-apa sahaja akan menjadi retorik semata-mata jika setiap perhubungan itu tidak di dasari dengan iman dan takwa. Usah tertipu dengan mainan perasaan sendiri. Perbetulkan niat kembali jika masih ada cemburu di hati.
Layanan Istimewa Untuk Semua Sahabat
Sayugia saya mahu mengingatkan kalian tentang kisah Rasulullah SAW dalam bersahabat.
Adakah para sahabat yang lain merasa cemburu dengan Abu Bakr apabila Rasulullah SAW mengatakan Abu Bakr adalah teman baiknya. Saidina Umar, Uthman, Ali dan sebagainya tidak cemburu melihat persahabatan itu kerana Rasulullah SAW melayan para sahabat yang lain juga dengan istimewa. Inilah yang perlu kita contohi bersama.
Jika kita mampu untuk memberi hadiah, belanja kawan, sentiasa saling mengingat, membantu dia, bertanya khabar kepada kawan yang seorang; beri layanan istimewa dan memasak untuk kawan seorang, kenapa tidak kepada kawan yang lain kita lakukan sebegitu rupa? Adakah Islam mengajar kita untuk membanding beza darjat?
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda:
"Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling memutuskan hubungan dan janganlah sebagian kamu menyerobot transaksi sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, tidak boleh menzaliminya, membiarkannnya (tidak memberikan pertolongan kepadanya), mendustainya dan tidak boleh menghinakannya.
Taqwa itu berada di sini (beliau menunjukkan dadanya tiga kali). Cukuplah seorang (muslim) dianggap (melakukan) kejahatan karena melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya." (HR. Muslim dan Ibnu Majah)
Jadi, mari kita tajdidkan (memperbetulkan) niat kita dan banyakkan muhasabah. Mungkin selama ini kita berukhwah bukan kerana Allah tetapi atas dasar lain.. peribadi ke, minat yang sama ke, perasaan ingin memiliki ke..
Mari koreksi diri.. mari istighfar berulang-ulang kali..
"Ada tak orang rasa cemburu dengan kita. Mereka rasa takut untuk rapat sebab kita berkawan baik?" tanya sahabat lagi.
"Wallahua'lam, jika ada yang berfikiran sebegitu, mesti ada silap dia dan silap kita juga. Dalam ukhwah ini kita membina ithar tetapi kita perlukan juga basitah," tuntas saya.
Moga ini dapat menjadi renungan untuk para sahabat di luar sana. Sungguh mungkin ini juga bakal terjadi pada saya dan anda, kita tidak tahu. Jadi persiapkan diri dan bermuhasabah kembali.
Marilah kita menjalin ukhwah kerana Allah..
Untuk sahabat-sahabat saya di luar sana.. uhibbuki fillah.. harap ukhwah ini hingga ke jannah hendaknya.
Ya Allah,peliharalah ukhwah kami ini. Moga tiada hasad yang menyelirat jauh di hati yang tersirat..
Di jalan Allah,
Persahabatan ini bukan milikku dan bukan jua milikmu,
Persahabatan ini adalah perancangan daripada Allah yang mengetahui segala rahsia,
Kerana DIA lah aku mengenalimu dan kerana DIA jua telah menetapkan ukhwah itu,
Pasti terukir 1001 kenangan dan kasih sayang,
Semuanya kerana Allah,
Sungguh,
Bukan kerana selain daripada-Nya.
Persahabatan ini bukan milikku dan bukan jua milikmu,
Persahabatan ini adalah perancangan daripada Allah yang mengetahui segala rahsia,
Kerana DIA lah aku mengenalimu dan kerana DIA jua telah menetapkan ukhwah itu,
Pasti terukir 1001 kenangan dan kasih sayang,
Semuanya kerana Allah,
Sungguh,
Bukan kerana selain daripada-Nya.
Friday, 6 April 2012
..aNaknyewakusop..: bahasa jiwa
..aNaknyewakusop..: bahasa jiwa: gambar Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita Tidak pula dapat selalu memahami gejolak jiwa yan...
Monday, 20 February 2012
Friday, 20 January 2012
Resepi
Okay akak-akak, mak-mak, makcik-makcik dan puan-puan ...
Seperti yang dijanjikan. Hari ni saya akan kongsi satu resepi. Sila sediakan pen, pensel atau apa-apa ajelah janji boleh salin resepi. hehe. Sebelum tu resepi ni bukan lah saya yang cipta. Saya amik resepi ni dari DAPUR KAKZU . Tanpa membuang masa mari kita mulakan !
Bahan-bahan:
3 biji telur
275 gm tepung gandum
220 gm gula halus
150 gm susu segar
3 sudu teh baking powder
1 sudu kecil ovellete
paste(ikut perasa yang disukai)
pewarna(warna yang disukai)
inti(kaya,bluberry,strawberry atau ikut cita rasa masing-masing)
Cara-cara:
1. Mula-mula pukul telur dan gula.
2. Selepas itu masukkan ovellete dan pukul sehingga betul-betul kembang.( Jika adunan tu nampak berkilat dan berkrim itu maknanya adunan dah betul-betul kembang)
3. Bila adunan dah kembang, masukkan tepung dan susu secara berselang seli sehingga habis.
4.Gunakan acuan kuih lompang dan letakkan papercup ke dalamnya.(Saiz papercup lebih kurang saiz acuan kuih lompang.
5.Adunan yang telah siap tadi boleh dimasukkan ke dalam papercup tersebut.
6.Sewaktu memasukkan adunan ke dalam papercup,panaskan periuk kukus selama 10 minit terlebih dahulu.
7.Selepas itu,masukkan acuan-acuan tadi ke dalam periuk kukus dan kukus selama 15 minit.
8. Selepas itu, boleh la dihidangkan. (apom polkadot ni sesuai untuk dimakan bila-bila masa saja)
Selamat mencuba ya semua! ^_^ (Mulakan dengan bismillah sebelum memulakan apa jua masakan)
*kak zu terima kasih sebab tak kedekut ilmu dan share dengan pengguna-pengguna fb
Seperti yang dijanjikan. Hari ni saya akan kongsi satu resepi. Sila sediakan pen, pensel atau apa-apa ajelah janji boleh salin resepi. hehe. Sebelum tu resepi ni bukan lah saya yang cipta. Saya amik resepi ni dari DAPUR KAKZU . Tanpa membuang masa mari kita mulakan !
Bahan-bahan:
3 biji telur
275 gm tepung gandum
220 gm gula halus
150 gm susu segar
3 sudu teh baking powder
1 sudu kecil ovellete
paste(ikut perasa yang disukai)
pewarna(warna yang disukai)
inti(kaya,bluberry,strawberry atau ikut cita rasa masing-masing)
Cara-cara:
1. Mula-mula pukul telur dan gula.
2. Selepas itu masukkan ovellete dan pukul sehingga betul-betul kembang.( Jika adunan tu nampak berkilat dan berkrim itu maknanya adunan dah betul-betul kembang)
3. Bila adunan dah kembang, masukkan tepung dan susu secara berselang seli sehingga habis.
4.Gunakan acuan kuih lompang dan letakkan papercup ke dalamnya.(Saiz papercup lebih kurang saiz acuan kuih lompang.
5.Adunan yang telah siap tadi boleh dimasukkan ke dalam papercup tersebut.
6.Sewaktu memasukkan adunan ke dalam papercup,panaskan periuk kukus selama 10 minit terlebih dahulu.
7.Selepas itu,masukkan acuan-acuan tadi ke dalam periuk kukus dan kukus selama 15 minit.
8. Selepas itu, boleh la dihidangkan. (apom polkadot ni sesuai untuk dimakan bila-bila masa saja)
Selamat mencuba ya semua! ^_^ (Mulakan dengan bismillah sebelum memulakan apa jua masakan)
*kak zu terima kasih sebab tak kedekut ilmu dan share dengan pengguna-pengguna fb
Saturday, 14 January 2012
Polkadot
Subscribe to:
Posts (Atom)

